Depresi

Depresi. Aku pernah merasakan depresi. April 2018 lalu aku ke psikolog mengikuti konseling karena depresi. Aku merasakan depresi dan terus berpikir untuk bunuh diri.

Dua belas atau tiga belas tahun yang lalu aku mendapat peringkat pertama Olimpiade Sains Nasional tingkat SD di bidang IPA. Karena prestasi itu aku mendapatkan beasiswa di SMP Semesta Semarang, sebuah sekolah swasta berasrama. Kemudian aku melanjutkan pendidikan di SMA Mustafa Germirli di Kayseri, Turki. Setelah 4 tahun SMA aku lalu melanjutkan kuliah di ITB mengambil jurusan Teknik Elektro. Juli 2018 lalu aku lulus menjadi ST.

Apakah aku masih depresi? Aku tidak tahu. Ingin aku katakan kalau aku sudah tidak lagi merasakan depresi. Aku sudah tidak merasa sesedih April 2018 lalu. Namun bagaimana aku bisa tahu? Bagaimana aku tahu kalau nanti malam, atau besok, atau lusa aku tidak akan melompat dari gedung atau menggantung diri atau memutus nadi. Bagaimana aku bisa tahu?

Aku tidak tahu.

Namun yang aku tahu sekarang adalah aku punya kedua orang tua yang mendukungku. Aku tahu ada adik-adikku melihatku dari jauh. Aku tahu ada teman-teman dan Bapak Ibu dosen dan staff yang mengenalku. Dan yang paling penting ada seseorang yang menghangatkan hatiku. Selama ada mereka mungkin aku tidak akan bunuh diri. Karena aku ingin membuat mereka bahagia.

Dahulu aku bilang ke orang tuaku kalau aku tak ingin memiliki anak. Tak ingin berkeluarga karena muak. Aku tak mengatakan kenapa. Aku bersembunyi di balik alasan ingin sibuk meniti karir dan mendedikasikan hidup untuk bekerja. Sebetulnya aku mengatakan itu karena aku muak dengan drama-drama dalam keluarga. Aku juga merasa sudah terlalu banyak manusia yang ada di bumi ini kenapa ditambah lagi?

Namun beberapa waktu lalu aku mengenal seseorang. Dia mengatakan kalau dia ingin punya dua anak. Seorang putri dan seorang putra. Aku melihat fotonya berbaring dengan seorang anak yang kecil. Dia terlihat sangat bahagia. Dari situ aku sadar dia ingin punya anak karena anak memberikan kebahagiaan baginya.

I was flipped.

Aku tidak menyangka sesorang dapat membuatku berubah pikiran tentang hal itu. Aku tidak menyangka harapan dapat disalurkan dari seseorang ke orang yang lain. Dalam diriku muncul perasaan ke orang tersebut. Perasaan yang membuatku juga menginginkan anak seperti dia.

Tetapi bukankah dunia sedang dalam krisis? Bukankan sudah terlalu banyak orang di bumi ini? Justru itu. Aku ingin kita menjadi fighter, warrior yang ikut memperbaiki dunia ini. Aku ingin hidupku memiliki arti.

Tadi pagi saat berangkat mengendarai motor aku kaget mendapati kucing kecil hitam di tengah jalan. Setelah aku berputar arah untuk mengambilnya aku menemukannya sudah terlindas. Hidup terlalu singkat.

Hidup sangat singkat.

Dalam hidupku aku bukanlah orang yang punya banyak teman. Aku tidak pandai bergaul. Keberadaan sesorang dan ketiadaan sesorang sangat berarti bagiku. Maka dari itu aku takut.

Aku takut kalau selama ini aku terlalu clingy kepada orang-orang yang mengenalku. Aku takut sendirian. Ketika aku depresi aku merasa sangat sendirian. Tidak ada yang dapat aku ajak curhat. Tidak ada yang dapat aku peluk. Tidak ada yang bilang kepadaku kalau dia mengerti dan mau menenangkanku.

Saat aku depresi aku merasakan ketiadaan itu jauh lebih baik dari pada keberadaan. Setiap waktu yang berlalu terasa menusuk. Pekerjaan semuanya tertunda. Apapun tidak ingin dilakukan. Yang diinginkan adalah ketiadaan.

Aku masih merasa aku tidak benar-benar sembuh dari depresi. Kalau depresi itu dianalogikan sebagai ruangan aku sekarang hanya berhasil keluar dari ruangan itu. Sangat mungkin aku untuk kembali ke ruangan itu bahkan terjerumus ke dalam sumurnya yang dalam.

Maka ketika ada temanku yang depresi aku ingin berusaha membantunya. Apalagi kalau teman itu adalah orang yang paling aku sayangi. Temanku, kamu tidak perlu khawatir. Kita akan lalui ini bersama-sama. Bukankah ini menakjubkan? Aku dan kau adalah makhluk yang sangat kompleks. Namun kita dapat bertemu dalam waktu dan tempat yang dekat seperti ini! Apabila keajaiban itu ada bukankah inilah keajaiban. ;)

Author: Mukhtar Amin

I studied electrical engineering. I live in Bandung, Indonesia. I love foods, movies and anime.

76 thoughts on “Depresi”

  1. Never know you, never even meet you, but we share a common almamater and condition. You didn’t deserve to have your own life taken away by you, but…it happens. I didn’t know what I supposed to feel, after reading the news about you today, and then reading this post. You have struggled so much, just like I do. I see your fighting spirit in this post, but yet you have chosen to go. My condolences…you didn’t have to go like this. But, like I said, it just…happens. I hope you can rest in peace now, my fellow struggler…

    Like

    1. Buat Muhtar Abi.

      Kami dari Sekolah Semesta sudah doakan abi disini, serta sholat ghaib dll. Abi yang tenang ya disana, meskipun kami belum pernah melihat abi sebelumnya. Tapi abi sudah di anggap saudara disini😊, banyak guru² dan temen² disini merasa sedih sekali sepeninggalan abi & heboh sana-sini setelah mendengar berita abi. Semoga abi bisa di sisi Allah selamanya dan diberikan tempat di Surga. Amin ya robbal alamin…

      Regards from
      -Student of Semesta BBs

      Like

      1. Dia depresi pasti karena akademis..dia belajar terus, hingga tdk bisa bergaul dan menjadi autis..pantas kesepian.. padahal akademis tdk ada hubungannya dgn kesusksesan..goblok!!

        Like

        1. Gak usah sok tau.
          Aku ngrasain kayak dia kok dan aku pikir aku tau sebabnya apa, bukan karena akademis krn prestasiku juga sama dan selalu belajar di tempat yg baik. Tp lbh ke masalah keluarga dan internal dia. Jgn dikaitkan dengan akademis. Krn masalah dia way beyond that dan sdh dia pikul dr kecil. Hanya orang2 spt kami yg tau.

          Like

      1. please if you need somebody to talk just reach me.. I know we don’t know each other, but I don’t want anybody through that sad feeling alone.

        Like

    1. Masnya mungkin ga bisa baca komentar kamu, tapi bisa jadi ada orang yang sama-sama sedang depresi lalu merasa terenyuh oleh tulisan masnya. Lalu dia baca komentar kamu, dan balik lagi depresinya. Hati-hati kalau berkomentar.

      Like

    2. Ini salah satu komentar yg paling keji yg pernah saya baca, sebagai manusia yg memiliki nurani saya sedih membacanya..
      walaupun ndak belajar psikologi, tapi saya paham bagaimana mesti bersikap & memahami bahwa psikologi manusia yg sangat sensitif, mungkin kamu belum pernah merasakan diposisi yg bersangkutan, semoga saja tidak pernah..
      Salam.

      Liked by 1 person

    3. Bangsat mulut lu. dia bukan satu2 yg depresi masih banyak orang depresi terselubung. Jaga mulut lu, hargai orang seperti mereka, yg butuh perhatian. Dia memang goblok karena bunuh diri, semoga aja anak lu, keluarga lu ga bunuh diri.

      Like

    4. goblok? kamu yang goblok, depresi bukan sesuatu yg dapat kamu kendalikan, kamu gaakan bisa menebak rasanya hingga kamu merasakannya sendiri, rasa nya hancur dunia ini seakan akan akan runtuh seketika, malu kamu ngomong kaya gitu, beliau orang yang baik hati, rajin kemasjid dan taat agama, membaca komentar kamu bikin saya muak, ini takdirnya, lebih baik kita doakan, semoga amalannya didunia dapat menutup segala dosanya.

      Like

    5. kamu yg goblok, lo gabakal tau rasanya depresi sampai lo ngerasain sendiri, hina orang lain sepuas lo bakal ada balasannya kelas di hari akhir, beliau orang yang baik, taat agama, ramah dan pendiam juga jenius. kebalikannya kamu, dari pada menghujat lebih baik mendoa semoga amalannya di dunia dapat menutup dosanya kelak di akhirat

      Like

      1. Please jangan comment jika isinya hanya malah menghujat alm….doakan dia semoga tenang disisi-Nya dan diterima amal ibadah-Nya, hormati juga keluarga yang ditinggalkan pasti sedih bgt. ..
        Tidak ada yg ingin merasakan depresi….baik itu kita sendiri, keluarga, teman2 atau orang disekitar kita…. Dengan alm menuliskan pengalamannya semoga menjadi pembelajaran buat kita agar tidak ada Mukhtar amin Mukhtar amin yg lain….peka dgn org disekitarmu…jika menemukan org yg sepertinya ..support dan dampingi…karena dia butuh pertolonganmu

        Like

      2. muslim bukan sih… kok mazhab sesat “ga mau punya anak karena dunia udah penuh dan kacau” ada di jiwanya……. emangnya dia yang ngatur alam semesta yang ngatur rezeki dll…

        Like

        1. peringatan buat yang sepaham sama dia… biasanya mereka dari komunitas tukang baca buku filsafat dll… mereka yang menjadikan buku sebagai guru utama dalam belajar… korban liberalism kapitalism otak

          Like

          1. Astagfirullah, kalo gak punya perkataan baik gak usah mengatakan apa-apa. Kamu tidak kenal dia, kamu tidak tau apa yang dia lalui. Kamu siapa bisa menilai dia seperti itu?

            Liked by 1 person

          2. Elo sendiri punya hati dan otak nggak sih? Kok seenak jidat ngomong TANPA perasaan dan otak. Semoga elo ngalamin depresi yg JAUH lebih parah daripada Almarhum.” Dan apa lagi itu elo tulis “liberalism kapitalism” hadeeuuuhhh. Bego jangan dipamerin hoy! Kapitalism itu bahasa pa? Googling gih sono! Oh ya, beli otak dulu di RM Padang sebelum googling, biar nyambung. Ngomong seenak jidat, nggak berani ngasih nama. PENGECUT!!!

            Like

    6. Maaf, apa kamu sudah akhir hidupmu seperti apa? Belum, kan. Jadi tak perlu mengumpatnya. Doakan saja dia. Doakan juga dirimu sendiri. Doa baik atau buruk akan kembali pada yang mengucapkannya.

      Like

    7. Siapapun Anda, saya mau kasih tahu gini. Saya memang belum secara klinis resmi kena depresi disorder. Tapi saya cukup sering kena suicidal thoughts. Membaca komen seperti ini, hati saya rasanya patah. Saya jadi ingat bahwa wow, dunia ini ada saja makhluk jahat yang tidak mau empati seperti ini ya. Dan seluruh episode waktu saya sempat hampir bunuh diri dan kepikiran buat bunuh diri terputar dalam kepala saya.

      Anda bisa mempertanggungjawabkan kata-kata Anda? Tahu tidak bahwa bisa saja ada banyak orang yang kondisinya seperti saya atau Almarhum yang datang ke page ini untuk membaca tulisan Almarhum, kemudian menemukan komen Anda? Anda bisa mempertanggungjawabkan kalau kata-kata Anda membuat silap mata seseorang? Depresi itu sekeji itu. Andai seorang penderita depresi itu benar bisa melihat sisi terang dari segala sesuatu, ya perjuangannya tidak akan seberat itu.

      Anda mungkin tidak akan terkena akibat (baca: dosa atau karma) dari perbuatan bunuh diri. Tapi Anda pasti akan terkena akibat dari kata-kata semacam itu. Semoga mendapat pencerahan sebelum terlambat ya.

      Buat teman-teman yang masih terus berjuang, salut! Anda semua hebat bisa bertahan sampai sekarang. Salam kuat! Semoga Semesta memberikan berkatnya penuh-penuh bagi setiap pejuang mental disorder apapun, dan juga berkatnya bagi setiap yang mendukung para pejuang itu.

      Liked by 1 person

    8. Halo, Mas/ Mbak Anonim. Agak lucu membaca komentarmu karena mendadak saya jadi sadar negeri ini masih punya orang bedil tentang depresi.

      Oh, ya. Saya tidak tahu apa yang mendorong Anda mengatakan ‘mati sia-sia’ dan saya tidak tahu juga apa keyakinan Anda karena ya, Anda berlindung di balik topeng anonimitas, tapi saya cuma bisa mengutip ini:
      Dari ‘Aisyah radhiallaahu ‘anha, dia berkata: Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian mencela orang-orang yang sudah mati, karena mereka itu sudah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan,” (HR: Bukhari).

      Semoga Anda terhindar dari depresi dan ‘kematian yang sia-sia.’

      Liked by 2 people

    9. Saya sbg org yg prnah mncoba bunuh diri tidak tersinggung dengan perkataan ini.
      Hanya saja, sepertiny km blm prnh merasakan diposisi saya atau si penulis sehingga km bisa berkata demikian. Jika kelak kamu berada diposisi saya atau si penulis saya harap kamu masih ttp hidup lbih lama

      Like

  2. Yang pada depresi jangan bunuh diri please. Masih banyak yg bisa kita lakukan. Coba cari temen untuk curhat kalo banyak masalah, jangan di pendam sendiri, kalo tetep ga bisa konsultasi dengan psikiater, bisa juga gabung dgn komunitas @intothelight di IG komunitas orang dgn depresi.

    Dari pada bunuh diri mending lu minum mabok
    Dari pada bunuh diri mending lu dugem
    Jangan bunuh diri la ga ada gunanya

    Liked by 1 person

    1. Betul mas, bukannya mau sok suci, tp dosa bunuh diri itu besar banget bahkan lebih besar dari dosa membunuh orang lain, selain itu 3 siksa nerakanya sangat berat.

      Kadang ga salah juga dugem, mabok, dll sekali2 asal bisa langsung tobat lagi. Gw tobat krn ga pernah diajakin temen lagi gara2 muntah di tempat dugem (kyknya ini temen2 gw yang tobat).

      Like

  3. Bagi seorang muslim. Depresi adalah sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.
    Ketika kita telah beriman. Dan yakin segala sesuatu Allah yang mengatur. Kita jugq harus berfikir bahwa setiap kita Allah menjaga. Untuk apa depresi dibumi Allah. Padahal bumi Allah ladang pahala untuk kita. Bukan suatu tempat yang mengerikan. Bahwa sesungguhnya Allah menyuruh kita bersenanglah dibumi dan beramal soleh dan cari pahala sebanyak” disini.
    Teman menurutku cara paling tepat menghilangkan depresi adalah Iman.
    Maka dari itu belajar ilmu agama sangat sangat penting.
    Karena saat apa yang kita lakukan, dan berpikir bahwa itu karena Allah. Ingin mendapat rahmat Allah.. Ploongg. Kita tenang karena kita berpikir ikhlas semua karena Allah.
    Iman iman. Kepercayaan. Itu mungkin menurtku.

    Karena jujur, ak pernah gagal. Dan bagiku itu kegagalan yang berat. Tapi ini dalam masalah akademik. Tahun lalu ak tidak kuliah karena tidak lolos disana sini. Namun disisi lain ak punya kembaran yang dia lolos di fkui. Sakit iri dengki sindiran, buat ak depresi. Hingga ak berpikir ingin matii. Ak merasa lelah disini. Sangat lelah. Ak capek. Sangat capek. Berpikir kenapa Allah tidak adil. Malu ingin melarikan diri. Merasa capek karena aku merasa usahaku tidak berarti. Dan ak sering mengatakan aku capek, ak lelah
    Namun saat ak belajar lebih banyak tentang agama. Pola pikirku berubah ak malah bertnya “untuk apa kuliah, untuk apa bljr. Dan ak menjawab bahwa semua itu adalah ibadah, yang jika ikhlas kita akan mendapat pahala”
    Al hasil sekrng aku bisa kuliah di itb. Dan skrng mindset ku kuliah dan bljr. Bukan ak fokuskan pada nilai dan prestasi. Tpi ak fokuskan pada rasa ingin tahu dan berpikir ini ibadah. Barangkali ilmu yang aku dapat bisa berguna untuk orang sekelilingku.

    Teman Iman Iman.
    Tumbuhkan keyakinan bahwa Allah bersama kalian. Kalian tidak sendirian. Teman sesungguhnya kematian bukanlah solusi. Teman. Sesungguh dunia adalah indah. Tempat kalian bisa menuai pahala. Tempat kalian bisa bersama.

    Liked by 1 person

    1. Tapi alangkah baiknya kak azizah tidak judging ke almarhum, atau sahabat lain penderita depresi, kalo ditanya mau atau tidak pasti tidak mau
      Kalau kembali ke takdir ke qodar tau kah kakak kalo surga neraka juga sudah diqodarkan jauh sebelum kita dilahirkan, pun dengan bagaimana cara akhir hidup kita
      Semoga kita semua dimatikan dengan cara yang bajk, husnul khotimah dalam keadaan iman

      Like

    2. Masya Alloh.. inilah koment yg paling bernash… paling brtanggungjawb,
      Krn apapun namanya itu, depressi dll.. ttap sbg seorang MUSLIM kita ga boleh ambil tindakan suicide. .. smpai kpn pun ga akan ada yg bs mensahkan tindakan suicide dlm Agama Islam … tragis skali akhir hdup anak muda ini… ada org2 yg brtanggungjawb dn punya andil besar dlm mmbentuk krkter almarhum shg akhirnya hrs mngalami depressi yg brujung maut.. kasihan skali jalan hidupmu nak…

      smoga kematianmu ini membawa berjuta pelajaran bagi anak muda seusiamu yg msh dberi ksmpatan hidup oleh Alloh, agar selalu BERPEGANG TEGUH kpd AJARAN ISLAM, bgmna caranya?!
      PELAJARI USLAM DARI NOL… DALAMI…SELAMI … AMALKAN…
      Bergabunglah dlm komunitas2 PEMUDA HIJRAH…. agar hidup kalian bnar2 BERMANFAAT… buat diri sendiri dn org banyak… hadapi sgala mslh dlm hidup BERSAMA2 dengan komunitas MUSLIM yg RUTIN & AJEG mengkaji dn mndalami Islam.. JANGAN biarkan dirimu hidup dlm kesendirian, tenggelam dlm ksibukan personal mngejar study, karir dll yg tak ada habis2nya itu …

      Kematian seorang Mukhtar Amin adalh SINYAL ALLOH agar kita tak hanya sekedar meratapi kmatiannya yg tragis itu, atau hnya bs menyayangkan kjadian tsb, dll…. ini adalah salah satu sinyal dri sinyal2 Alloh bagi kita utk SAATNYA KEMBALI MERAPAT KEPADA ALLOH, PELAJARI ALQURAN cahaya hidup kita, bukan hanya dbaca2 saja, tpi DIKAJI…DIAMALKAN….bersama2 dg komunitas org2 sholih dn sholihah ….

      REMEMBER THIS… YOU ARE NOT ALONE !
      ALOH IS ALWAYS CLOSE TO YOU !
      JUST BRING YOUR SOUL TO ALLOH
      AND U’LL BE SAVE AND SURVIVE,
      NO MATTER WHAT !

      Alloh lebih dekat dari pada urat lehermu… (Surat Adz Dzariyat)
      Alloh Maha Kuasa atas segala sesuatu…
      WaLlohu a’lam ….

      Like

    3. Mengutip pernyataan seorang dokter:

      dr. Jiemi Ardian
      @jiemiardian
      Gangguan jiwa bisa terjadi sekalipun kamu beriman. Jangan pikir karena beriman lalu ga mungkin kena depresi post partum, psikotik, anxiety disorder, OCD dsb.

      Setiap orang punya kerentanan masing masing. Ga usah nuduh iman orang lain kurang hanya karena kerentanannya beda denganmu.

      Liked by 1 person

      1. Memang kadang2 iman saja belum cukup, soal kerentanan itu bisa dilatih, salah satu yang bisa dicoba yaitu diksar militer. Biasanya anak2 menwa suka ngadain oprec diksar, ikut saja.
        Saya sendiri sudah ikut yg dari kantor selama 1 bulan. jujur kaderisasi militer memang bukan yang terbaik, tp termasuk yg paling ampuh

        Like

    4. Anda kenal Almarhum? Semua yg kenal Almarhum bahkan tetangga dekatnya bilang Beliau taat beribadah dan latar belakang pendidikan agamanya pun bagus. Nggak usah sok menggurui. Anda tidak tahu kehidupan orang lain.paling yang Anda tahu dari 1 atau paling banter beberapa artikel berita. Ya kan? Nggak usah SOK paling beriman juga. Bisa jadi besok atau lusa Allah memberi Anda cobaan JAUH di bawah cobaan yg ditanggung Almarhum, Anda dah terkaing2 kolaps, lalu masuk TSJ dan bundir di RSJ. terus ada yang komen di bawah berita bundirmu bahwa “si cewek SOK paling beriman mampus karena ternyata imannya cuma dabrus. Aslinya nggak beriman sama sekali.” Gimana kalau elo digituin? Emakku lo gimana perasaannya? MIKIR HOYYYY! Kayak yg tahu masalah Almarhum aja!

      Liked by 2 people

  4. Setiap orang memiliki potensi untuk depresi..saya selama ini hidup dengan dunia tersebut dan berada dekat sekali dengan mereka, dalam keseharian beberapa tampil dengan wajah berkesedihan dan tak bersemangat, sebagian lainnya justru berada dalam wajah keceriaan, meski didalam hatinya berkebalikan, yang biasanya akan muncul keluar ketika dalam kesendirian..oleh karena itu, keberadaan teman menjadi hiburan, namun ketika tiada teman yang terasa adalah kesedihan..

    untuk kita yang masih hidup saat ini, tak ada jaminan juga bagaimana akhir hidup kita nanti..karena kita tidak tahu peristiwa apa yang akan menimpa kita di kemudian hari

    Selalu ada solusi yang bisa ditempuh ketika seseorang mengalami depresi. Ada yang betul2 menyembuhkan, ada yang hanya menunda, ada juga yang memperparah..

    Yang pasti, tak ada yang bisa menyembuhkan nya selain diri kita sendiri..meskipun dalam perjalanannya tentu butuh support dari keluarga, teman dan sahabat.

    Mengapa hanya diri sendiri solusinya? karena siapapun belum tentu ada disaat qt membutuhkan mereka. kalaupun ada, belum tentu mereka bisa membantu. Kalaupun mereka membantu, seringkali bantuan mereka hanya bersifat sementara

    Meskipun begitu, sedikit perhatian dari lingkungan biasanya akan berarti besar. Kenapa? karena pada saat itu memang sedang butuh kepedulian yang besar, pertolongan segera, bahkan…

    Namun, perlu diketahui, bergantung pada segala sesuatu yang sementara hanya akan membuat kita tersiksa dan terpenjara ketidakpastian yang menggelisahkan…karena selalu ada celah kekecewaan yang akan tertuai atas setiap harapan yang disematkan..

    Maka benang merah yang saya dapat ketika membaca satu2nya postingan dalam kategori “Religi” di blog ini adalah, siapapun yang kehilangan kepercayaan pada Tuhan, pada suatu titik waktu, ia akan berada dalam labirin kebingungan dan kehilangan segalanya..

    Maka jangan lelah untuk terus menyampaikan kebaikan, siapa tau kebaikan itu akan bermanfaat besar bagi orang lain..karena kadang kita tidak tahu hidayah akan datang dari jalan kebaikan yang mana..

    RIP

    Like

  5. Kini sudah selesai perjuanganmu dek, rasa sakit yang menyiksa kamu bertahun-tahun sudah pergi.
    Pergilah dengan tenang dek, bukan hak kami menilai hidupmu selama engkau ada didunia ini
    Dan apa yang sudah kamu putuskan untuk hidupmu.
    Mereka tidak tau rasanya atau belum mengerti akan hal itu.
    Tapi yang aku tau rasa sakitmu sudah hilang.

    Berisitirahatlah dengan tenang dek.
    Biarkanlah blog mu ini sebagai saksi perjuanganmu bertahan dari sanity ini.
    Bahwa, ya ,kamu sudah berjuang..
    RIP

    Liked by 1 person

  6. Ya Allah, dik, aku merinding dan berkaca-kaca membaca ini. Aku pernah berada di titik terbawah, dan selalu kepikiran untuk bunuh diri. Aku juga pernah merasakan kesepian yang teramat sangat itu.
    Innalilahi wainnailaihi raji’un. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu. Dan menerima semua amal baikmu. Aamiin. :'(((((

    Liked by 1 person

  7. Dear Muhtar,

    Saya tahu kamu sudah tidak bisa membaca ini. Tapi saya harus berterima kasih karena kamu sudah berani menuliskan segala kesakitan, kepedihan, ketakutan, kesendirian yang kamu rasakan di setiap tulisan yang kamu buat. Tidak semua orang yang merasakan hal sama berani menuliskannya seperti kamu.

    Kamu sudah berjuang, bertahan dari semua itu. Semoga setiap kesakitan, kepedihan, ketakutan, dan kesendirianmu yang dituangkan dalam tulisan2 di blog ini jadi penguat bagi mereka yang masih berjuang, juga jadi pengingat bagi orang2 di sekitar mereka… bahwa ada mereka yang sedang berjuang.

    Liked by 2 people

  8. Selamat jalan mas.
    Aku baru tahu tentang mas lewat berita di media online dan akhirnya menemukan tulisan mas di blog ini.

    Sedih banget.
    Jujur, aku menangis.
    Aku bisa merasakan rasa yang sama yakni depresi.
    Teringat kembali saat-saat menyakitkan itu.
    Ketika aku bingung yang terjadi pada diriku sendiri.
    Aku bingung mencari solusi.
    Aku sungguh bingung.
    Hingga ke suatu titik aku menemukan ketenangan.
    Allah memberikan ketenangan.
    Meski aku rasa dari segi medis, aku butuh psikolog/psikiater untuk membantuku mengendalikan diri ini.
    Terkadang aku bercerita ke kawan atau meluapkan emosiku di media sosial.
    Itu membantu, meski tak seberapa.

    Sayangnya, terlambat untuk membantumu mas :(

    Aku ingin waktu bisa diulang.
    Tapi tak mungkin.

    Ku doakan engkau tenang disana.
    Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik untuk orang lain dari kisah engkau.

    Terima kasih telah mencurahkan sebagian keluh kesahmu di blog ini.

    Untuk orang yang sedang merasakan depresi.
    Ingatlah dirimu berharga.
    Ketika tiada bahu untuk bersandar ataupun seseorang untuk dipeluk.
    Bersujudlah dan berdoalah, meminta ketenangan dari Rabb-mu.

    Liked by 1 person

  9. Dear Amin,

    Rest in peace. May your soul finds tranquility.

    Thank you for leaving a precious legacy: your writings and thoughts that makes a reflection for us here (just look at the comments).

    I feel what you felt -the hollowness, the emptiness, the meaningless….. Fortunately I have unearth my phantom kid. And you are right: my son hugs and smiles are the warmest.

    May God bless you. We love you so much.

    Like

  10. Reading this blog is just like listening to Chester Bennington’s lyric. Genius but so dark and lonely with suicidal signal here and there.

    I am not judging. Just wondering is someone who knows him in the real life already take a serious action preventing this tragedy because the sign is so clear.

    Like

  11. Reading this blog is just like listening to Chester Bennington’s lyric. Genius but so dark and lonely with suicidal signal here and there.

    I am not judging. Just wondering if someone who knows him in the real life already take a serious action preventing this tragedy because the sign is so clear in some of his writing.

    Liked by 2 people

  12. Hello, reading your writing feels like I’m reading my own writing. It might sounds weird but I feel like we had a lot in common. I don’t know if I suffered from depression but I had a suicidal thought since I was 14. Am I better now? I don’t know. By reading yoyr story, I feel like you still have the willingness to fight and I’m truly sorry that you lost the battle. You remind me of myself, I still have the spirit to fight, but I don’t know how much longer I can handle this.
    Knowing that maybe you listened to Can The Circle Be Unbroken makes me glad that maybe you feel at peace at the last moment of your life. wish that I knew you and become your friend. May you rest in peace.

    Like

    1. Setelah aku baca cerita ini dan membaca komentar mu, aku sadar kalau aku tidak sendiri. Aku sedikit lebih baik sekarang, tapi aku ngga tau sampai kapan ini akan berlanjut. Semangat untuk berjuang, semoga kita sama-sama bisa memenangkan pertandingan ini. Hope we can be friend and we can share each other.

      Like

  13. Selamat jalan untuk Alm. Mas mukhtar, semoga ditempatkan di tempat terindah di sisi-Nya. Aamiin.

    Bagi teman-teman yang membutuhkan teman untuk bercerita, bantuan untuk mencari solusi, atau merasa depresi tapi bingung apa yg harus dilakukan, teman-teman bisa hubungi TanyaPsikologi melalui akun line (id line: @tanyapsikologi) atau instagram (@tanyapsikologi). Gratis.
    Semoga info ini bisa bermanfaat bagi yg membutuhkab bantuan :)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.